Sebagian besar orang Indonesia sudah mengenal pohon jambu biji, dan banyak pula yang sudah mengonsumsi buahnya. Buah jambu biji memang populer di Indonesia, selain banyak manfaatnya juga mempunyai rasa segar dan enak.
Manfaat buah dan daun jambu biji di antaranya, yaitu sebagai sumber utama vitamin C, dan sebagai obat alternatif untuk berbagai penyakit seperti diare, diabetes melitus, dan demam berdarah.
Pohon jambu biji ini selain dikonsumsi buahnya, juga dapat dikonsumsi daunnya. Produk olahan dari buah dan daun jambu biji ini telah banyak diproduksi dalam berbagai bentuk dan kemasan. Hal tersebut semakin mempermudah untuk mengonsumsi buah dan daun jambu biji. Oleh karena itu, diharapkan dengan membaca artikel ini pembaca dapat mulai membiasakan mengonsumsi jambu biji.
Cara Mengkonsumsi Jambu Biji
Buah jambu biji dapat dikonsumsi dalam keadaan segar dan dari produk olahannya. Berbeda halnya dengan buahnya, daunnya kurang lazim dikonsumsi sehari-hari secara langsung. Biasanya daunnya dikonsumsi dengan cara diekstrak atau diambil sarinya, dan dapat pula dikonsumsi dari produk olahannya.
Contoh produk olahan buah dan daun jambu biji di antaranya, yaitu:
1. Jus Buah Jambu Biji
Produk olahan buah jambu biji yang paling banyak dikonsumsi yaitu jus. Jus ini berbentuk cairan mengandung buah jambu biji yang telah dihancurkan. Jus jambu biji ini telah banyak dijual baik disajikan secara langsung ataupun dikemas dalam kemasan yang higienes.
Jus dalam kemasan biasanya berbentuk jernih karena telah dihilangkan serat dan padatannya. Selain itu, jus dalam kemasan juga lebih awet karena telah diproses sedemikian rupa, bahkan ada beberapa yang ditambahkan pengawet sehingga tidak mudah rusak (busuk).
2. Bubur (Puree) Buah Jambu Biji
Mengonsumsi buah jambu biji dalam bentuk puree (bubur) memang jarang dilakukan. Biasanya bubur jambu biji hanya digunakan oleh kalangan industri. Bubur jambu biji merupakan bahan antara (setengah jadi) yang kemudian diolah kembali menjadi produk lain seperti jus, tepung buah jambu biji, atau sebagai campuran dalam pembuatan produk pangan lain seperti bubur bayi.
3. Teh Daun Jambu Biji
Daun jambu biji dapat dikonsumsi sebagai minuman seperti halnya teh yang terbuat dari daun teh. Oleh karena itu, produknya dinamakan teh daun jambu biji. Seperti pembuatan teh lainnya, teh daun jambu biji dibuat dengan cara mengeringkan daun yang telah layu menggunakan oven pada suhu tertentu selama waktu tertentu pula. Teh yang dihasilkan masih mengandung berbagai zat yang berguna untuk kesehatan tubuh manusia.
4. Tepung Buah Jambu Biji
Tepung jambu biji terbuat dari bubur jambu biji yang dikeringkan. Tepung ini dapat digunakan untuk membuat minuman instan, suplemen dalam makanan bayi, dan berbagai produk lainnya.
Mengenal Jambu Biji
Jambu biji cukup dikenal dan banyak tersebar di Indonesia, namun sebenarnya tanaman tersebut bukan tanaman asli Indonesia. Tanaman jambu biji berasal dari Brazilia Amerika Tengah, menyebar ke Thailand dan kemudian menyebar ke negara-negara di Asia termasuk Indonesia. Di Indonesia, tanaman tersebut mengalami perkembangan sehingga menghasilkan berbagai jenis jambu biji seperti yang telah disebutkan sebelumnya.
Pohon jambu biji termasuk tanaman jenis perdu. Batangnya memiliki kulit kayu bersisik berwarna coklat kehijauan. Daunnya bertangkai pendek dengan ukuran panjang daun hingga 15 cm. Bunga jambu biji berwarna putih dan wangi. Tanaman ini dapat tumbuh sangat tinggi hingga mencapai 9 m.
Pohon jambu biji terdiri atas beberapa jenis. Penamaan jenis jambu biji biasanya dilakukan berdasarkan buah yang dihasilkannya. Contohnya jambu sukun, buah jambu sukun tidak berbiji, pembentukan buah terjadi secara partenokarpi (tanpa proses persarian kepala putik dan pembuahan bakal biji). Akan tetapi, jika pohonnya tumbuh dekat dengan jambu biji lainnya cenderung berbiji kembali. Ada juga jenis jambu bangkok yang buahnya besar, dagingnya tebal, bijinya sedikit, dan rasanya agak hambar. Selain itu, juga terdapat jenis jambu apel, jambu sari, jambu merah, jambu pasar minggu, jambu palembang, dan jambu merah getas.
Dari sekian banyak jenis jambu yang dikenal masyarakat, pada umumnya hanya ada dua penggolongan jenis jambu biji, yaitu jambu biji merah dan jambu biji putih.
Penamaan ini lebih umum dikenal masyarakat karena hanya membedakan dari warna daging buahnya saja, walaupun dari aroma dan rasanya juga berbeda. Buah jambu biji merah lebih wangi; dengan wangi yang khas, dibandingkan dengan buah jambu biji putih. Selain itu rasanya juga lebih manis.
Komposisi Gizi Jambu Biji
Pada umumnya bagian dari jambu biji yang dikonsumsi hanya bagian buah dan daunnya saja. Dalam tulisan ini hanya akan dibahas mengenai komposisi gizi dari buah dan daun jambu biji.
1. Komposisi Gizi Buah Jambu Biji
Buah jambu biji mengandung berbagai zat yang baik untuk kesehatan tubuh. Kandungannya antara lain vitamin C yang tinggi (228,3 mg/ 100 g bahan), karbohidrat, protein, lemak, dan beberapa mineral seperti kalsium, magnesium, dll. Berbagai zat tersebut berguna untuk menghasilkan energi, pertumbuhan, dan meningkatkan ketahanan tubuh melawan berbagai penyakit. Komposisi gizi buah jambu biji dapat dilihat pada Tabel 1.
Selain berbagai zat tersebut, buah jambu biji juga merupakan sumber dari berbagai jenis zat flavonoid dan minyak atsiri yang dipercaya dapat menghambat berbagai jenis penyakit. Zat yang tergolong ke dalam flavonoid di dalam jambu biji di antaranya yaitu Guaijavarin. Adapun zat yang tergolong ke dalam minyak atsiri di dalam buah jambu biji dapat dilihat pada Tabel 2.
2. Komposisi Gizi Daun Jambu Biji
Daun jambu biji mengandung total minyak 6%, minyak atsiri 0,365%, resin 3,15%, tannin 8,5%, dan lain-lain. Komposisi terpenting dari daun jambu biji adalah minyak atsiri. Kenapa dikatakan penting, karena jenis minyak atsiri di dalam daun jambu biji sudah banyak diteliti dan terbukti dapat melawan berbagai macam penyakit.
Komposisi utama minyak atsiri pada daun jambu biji yaitu a-pinene, ß-pinene limonene, menthol, terpenyl acetate, isopropyl alcohol, longicyclene, caryophyllene, ß-bisabolene, caryophyllene oxide, ß-copanene, farnesene, humulene, selinene, cardinene, dan curcumene. Selain itu, minyak atsiri nya juga kaya akan cineol dan triterpenic acids yang mempunyai aktivitas anti bakteri tinggi.
1.
Manfaat Jambu Biji
Seperti telah dibahas sebelumnya bahwa jambu biji mengandung berbagai zat yang bermanfaat untuk tubuh manusia. Manfaat apa saja yang bisa diambil dengan mengonsumsi buah dan daun jambu biji ini? Berikut beberapa manfaat dari jambu biji:
1. Sebagai sumber vitamin C
Vitamin C merupakan jenis vitamin yang penting bagi tubuh manusia, tetapi vitamin ini tidak dapat diproduksi sendiri oleh tubuh sehingga untuk mencukupi kebutuhannya orang perlu mengkonsumsi sumber vitamin C. Kegunaan vitamin C di antaranya yaitu menunjang pertumbuhan, memperbaiki jaringan tubuh yang rusak (luka), dan meningkatkan ketahanan tubuh terhadap penyakit. Sumber vitamin C paling banyak terdapat di dalam buah-buahan dan sayuran, dan salah satunya yaitu jambu biji.
Orang (usia 16-29 tahun) yang mengonsumsi buah jambu biji sebanyak 100 g dalam sehari dapat mencukupi sekitar 250% kebutuhan vitamin C nya per hari. Seperti terlihat dalam komposisi gizi buah jambu biji, kandungan vitamin C buah jambu biji sebesar 228,3 mg dalam 100 g bahan.
Menurut Tabel Angka Kecukupan Gizi 2004 Bagi Orang Indonesia kebutuhan vitamin C untuk laki-laki berusia 16-29 tahun adalah 90 mg per hari, dan untuk wanita berusia 16-29 tahun adalah 75 mg per hari. Jadi untuk mencukupi kebutuhan vitamin C orang hanya perlu mengonsumsi sekitar 50 g buah jambu biji.
2. Sebagai obat alternatif untuk berbagai penyakit
Berbagai penelitian telah dilakukan, dan menunjukkan hasil yang positif bahwa buah dan daun jambu biji ternyata dapat mengobati beberapa macam penyakit. Berikut beberapa khasiat jambu biji dalam mengobati penyakit:
1. Diabetes melitus
Seorang peneliti bernama Masanori Sunagawa; dkk (2004) telah melakukan sebuah penelitian mengenai kemampuan jambu biji dalam mengobati diabetes melitus. Dari hasil penelitian tersebut diketahui bahwa mengonsumsi jus buah jambu biji secara rutin dapat meningkatkan kadar insulin dalam darah.
Insulin merupakan hormon yang berfungsi untuk merubah gula dalam darah menjadi gula otot sehingga tidak ada kelebihan gula dalam darah. Dalam penelitian tersebut disebutkan bahwa untuk mengobati diabetes melitus dilakukan dengan cara mengonsumsi jus buah jambu biji yang dilarutkan dalam air konsentrasi 25% (25 g buah jambu diji dilarutkan dalam 100 ml air) selama 32 minggu.
2. Diare
Daun jambu biji mengandung berbagai zat yang berkhasiat untuk mengobati diare. Kandungan daun jambu biji yang berperan aktif dalam mengobati diare, yaitu tannin, dan berbagai jenis minyak atsiri yang mempunyai kemampuan untuk menghambat pertumbuhan bakteri.
Pengobatan diare menggunakan daun jambu biji sebenarnya telah lama dilakukan oleh masyarakat Indonesia. Namun, penelitian untuk membuktikan hal tersebut baru dilakukan baik di luar negeri maupun di Indonesia sendiri. Contohnya penelitian yang dilakukan oleh Vieira; dkk. (2001).
Dalam penelitiannya tersebut, ekstrak daun jambu biji terbukti dapat menghambat pertumbuhan bakteri penyebab diare yaitu Staphylococcus aureus dan E. coli. Selain itu, juga terdapat penelitian yang dilakukan oleh Adnyana (2004) yang menghasilkan suatu kesimpulan bahwa ekstrak daun jambu biji putih mempunyai kemampuan untuk menghambat pertumbuhan bakteri penyebab diare lebih baik daripada ekstrak daun jambu biji merah.
3. Demam berdarah
Jambu biji sudah lama dipercaya dapat mengobati penyakit demam berdarah. Untuk mengobati demam berdarah, biasanya orang mengonsumsi jusnya. Hal tersebut sebenarnya kurang efektif karena sifatnya hanya untuk mengatasi kehilangan cairan plasma akibat peningkatan permeabilitas pembuluh darah kapiler.
Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) bekerja sama dengan Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Surabaya menunjukkan bahwa ekstrak daun jambu biji ternyata dapat menghambat pertumbuhan virus dengue penyebab demam berdarah dengue (DBD).
Ekstrak daun jambu biji juga dapat meningkatkan jumlah trombosit dalam darah. Trombosit ini jumlahnya akan menurun sangat drastis pada penderita DBD sehingga mudah terjadi pendarahan. Pengujian lebih lanjut juga membuktikan bahwa ekstrak daun jambu biji ini tidak bersifat racun sama sekali (aman untuk dikonsumsi).
Penutup
Melihat kandungan gizi buah dan daun jambu biji serta berbagai manfaatnya maka buah dan daun jambu biji sangat baik untuk dikonsumsi sehari-hari. Sebagai pencuci mulut, ia dapat dikonsumsi dalam bantuk buah atau jus. Atau sebagai pengganti minum teh, bisa digantikan dengan teh daun jambu biji.
Selain itu, untuk pengobatan alternatif beberapa penyakit, bisa mulai menggunakan buah atau daun jambu biji. Misalnya bila terkena diare, kita bisa meminum sari daun jambu biji. Pengobatan alternatif ini selain harganya murah, mudah didapat, juga lebih alami.